Istanbul/Washington (KABARIN) - Harga emas tercatat menguat, sementara harga minyak dunia justru mengalami penurunan tajam pada Minggu malam hingga Senin pagi, setelah muncul kabar kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi Pakistan.
Kontrak berjangka minyak Brent yang sebelumnya diperdagangkan di atas 87 dolar AS (sekitar Rp1,57 juta) per barel turun ke bawah level 84 dolar AS (sekitar Rp1,51 juta). Hingga pukul 22.22 GMT atau 05.22 WIB, harga Brent melemah sekitar 4 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kesepakatan damai Washington–Teheran yang disebut akan ditandatangani pada Jumat mendatang setelah lebih dari tiga bulan konflik.
Di sisi lain, harga emas justru naik lebih dari 1 persen pada awal perdagangan Senin. Kenaikan tersebut terjadi setelah pejabat AS dan Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan damai, yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.
Harga emas spot tercatat naik 1,8 persen menjadi 4.297,42 dolar AS (sekitar Rp77,2 juta) per ons pada pukul 00.10 GMT atau 07.10 WIB, level tertinggi sejak 9 Juni. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,9 persen ke 4.318,10 dolar AS (sekitar Rp77,6 juta) per ons.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran telah tercapai setelah perundingan intensif.
“Setelah perundingan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” tulis Sharif melalui platform X.
Ia juga menyebut kedua pihak sepakat menghentikan seluruh operasi militer secara permanen di berbagai front, termasuk Lebanon.
Menurutnya, upacara penandatanganan resmi kesepakatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni di Swiss.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026